Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 November 2019•Update: 08 November 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Badan perlindungan kesehatan Amerika Serikat pada Kamis mengatakan korban tewas akibat penyakit paru-paru misterius terkait rokok elektrik di seluruh penjuru negara itu meningkat menjadi 39 orang.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengumumkan jumlah kasus penyakit paru-paru yang terkait dengan rokok elektrik melonjak menjadi 2.051.
Kasus penyakit paru-paru yang berkaitan dengan penggunaan rokok elektronik terjadi di 49 dari 50 negara bagian AS, kecuali Alaska, District of Columbia dan Kepulauan Virgin.
"Usia rata-rata pasien yang meninggal adalah 53 tahun dan berkisar antara 17 hingga 75 tahun," tambah CDC.
Sebagian besar pasien yang terkena dampak menghisap THC, bahan psikoaktif dalam ganja, meskipun para peneliti belum secara resmi menentukan penyebab penyakit dengan gejala seperti gangguan pernapasan, nyeri dada dan muntah.
CDC merekomendasikan warga untuk tidak menggunakan rokok elektrik atau produk lain yang mengandung THC dan untuk tidak memodifikasi produk yang dibeli melalui perusahaan ritel.