14 Juli 2017•Update: 17 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kementerian Luar Negeri, Kemenlu, Republik Indonesia pada Jumat (14/7) mengonfirmasi kebenaran kabar ditemukannya seorang perempuan Indonesia yang dinikahi oleh seorang anggota kelompok teroris Daesh.
“Betul Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara mendapat notifikasi dari pemerintah Turki bahwa perempuan berusia 15 tahun tersebut ditemukan di suatu rumah yang sedang digerebek oleh aparat keamanan Turki,” ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Lalu Muhammad Iqbal saat ditemui Anadolu Agency di Direktorat Perlindungan WNI di Jakarta.
Perempuan berinisial T tersebut sekarang berada di sebuah panti sosial di Adana yang dekat dengan perbatasan antara Turki dan Suriah. Ia ditempatkan di panti sosial karena masih berada di bawah umur.
“KBRI sudah berkomunikasi langsung dengan panti dan WNI itu. Saat ini, ia masih dalam pantauan KBRI Ankara. Kami segera akan mendapatkan akses kekonsuleran kepada WNI tersebut. Kami akan memberikan perlindungan yang diperlukan termasuk memulangkannya ke Indonesia.”
Iqbal melanjutkan, berdasarkan catatan Kemenlu, T datang bersama dengan adik dan kedua orang tuanya ke Turki dengan tujuan menyeberang ke Suriah.
“Orang tuanya dideportasi dari Turki pada akhir Januari 2017. Anak ini kemungkinan dinikahkan sebelum orang tuanya pulang. Suaminya warga negara Turki,” katanya.
Iqbal belum bisa memastikan apakah ia dijual oleh kedua orangtuanya, tapi “anak ini dinikahkan secara Islam di bawah tangan. Diindikasikan bahwa suaminya berada di bawah pantauan aparat keamanan Turki. Saya tidak ingin berspekulasi ini ISIS atau tidak, tapi yang jelas dia di bawah pantauan pemerintah Turki.”
Meski demikian, pihaknya juga masih mempelajari apakah menikah di bawah umur diperbolehkan secara hukum di Turki. Iqbal pun belum bisa memberi tahu asal daerah keluarga itu sebab pihaknya masih melakukan pendalaman.
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Kemenlu, terdapat 430 WNI yang dideportasi oleh pemerintah Turki sejak 1 Januari 2015 sampai dengan 13 Juli 2017. Sebanyak 157 orang atau 37 persen di antaranya ialah anak-anak, sementara 46 orang atau 34 persen adalah wanita dewasa. Sisanya pria.
Menurut Iqbal, Turki menjadi negara tujuan para simpatisan Daesh dikarenakan lokasinya yang strategis dan berbatasan dengan Suriah. Terlebih Turki memiliki perbatasan yang panjang sehingga memberikan banyak celah kepada mereka untuk memasuki Suriah.