Ekip
09 Maret 2022•Update: 10 Maret 2022
JENEWA
China setuju untuk mengizinkan kunjungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke wilayah Xinjiang, kata kepala hak asasi manusia PBB pada Selasa.
"Saya senang mengumumkan bahwa kami baru-baru ini mencapai kesepakatan dengan Pemerintah China untuk melakukan sebuah kunjungan," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet pada rapat ke-48 Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
China selama bertahun-tahun menghadapi tuduhan melakukan pelanggaran HAM terhadap Muslim etnis Uyghur di Xinjiang.
Bachelet mengatakan kantornya dan pemerintah China telah "memulai persiapan konkret untuk melakukan kunjungan yang diperkirakan akan berlangsung pada Mei tahun ini" ke wilayah yang terkurung di barat laut China.
Dia mengatakan persiapan harus mempertimbangkan aturan Covid-19.
Pemerintah di Beijing telah menerima kunjungan tim lanjutan dari kantor Hak Asasi Manusia untuk mempersiapkan kunjungannya ke China dan akan diberangkatkan pada bulan April.
“Ada kesepakatan tentang parameter yang menghormati metodologi kami. Dan itu termasuk akses tak terbatas ke berbagai aktor, termasuk masyarakat sipil,” kata juru bicara kantor HAM PBB Liz Throssell pada konferensi pers di PBB.
Menurut data PBB, setidaknya satu juta orang Uyghur ditahan di luar keinginan mereka di tempat-tempat yang disebut Beijing sebagai "pusat pelatihan kejuruan" dan masyarakat internasional mendefinisikannya sebagai "kamp pendidikan ulang".
Sementara PBB dan organisasi internasional lainnya mengulangi seruan mereka agar kamp dibuka untuk diperiksa, China telah mengizinkan beberapa pusat yang ditunjuk untuk dilihat sebagian oleh sejumlah kecil diplomat dan jurnalis asing.
Beberapa negara menuduh China melakukan pembersihan etnis terhadap Uyghur di Xinjiang.
Beijing telah membantah melakukan kesalahan, menolak tuduhan itu sebagai "kebohongan dan virus politik."