Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Can Erozden
PARIS
Perkiraan kerugian yang disebabkan oleh protes akhir pekan lalu yang dilakukan oleh demonstran rompi kuning di ibu kota Prancis, Paris, mencapai EUR3-4 juta (48-65 miliar rupiah), media setempat melaporkan pada Senin.
Walikota Paris Anne Hidalgo mengatakan kepada France 3, saluran televisi lokal, bahwa dia memperkirakan kerusuhan yang terjadi pada Sabtu merugikan Paris hingga EUR3-4 juta.
Ribuan pengunjuk rasa rompi kuning berkumpul di Paris dan beberapa kota lain untuk memprotes kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal tambahan pajak bahan bakar yang kontroversial.
Para pengunjuk rasa, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa rumah yang tinggi di pusat kota, menuntut Presiden Emmanuel Macron untuk mengurangi pajak bahan bakar dan membuat kebijakan ekonomi yang mengurangi kesulitan hidup mereka.
Polisi Prancis menindak demonstran di sekitar jalan Champs-Elysees di ibu kota Paris dengan gas air mata dan meriam air pada Sabtu.
Demonstran membakar sejumlah kendaraan dan tempat sampah serta melempari polisi dengan batu dan botol.
Kerusuhan yang terjadi selama aksi protes menyebabkan dua orang tewas dan 1.043 orang, termasuk 222 pasukan keamanan, terluka, sementara 1.424 orang ditahan.
Menurut survei, 84 persen orang Prancis mendukung aksi protes ini, kebanyakan dari kelompok kelas menengah.
Selama setahun terakhir, harga bahan bakar di Prancis telah meningkat lebih dari 20 persen.
- Macron menunda kunjungan ke Serbia
Sementara itu, Macron menunda kunjungannya ke Serbia akibat kerusuhan yang ditimbulkan rompi kuning di Prancis, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengumumkan pada Senin.
Macron dijadwalkan untuk pergi ke Serbia pada 5 Desember, tetapi dia menunda kunjungannya ke negara Balkan tersebut.
Dalam sebuah konferensi pers, Vucic mengungkapkan bahwa Macron mengatakan kepadanya melalui telepon bahwa dia menunda kunjungannya ke Beograd akibat aksi protes sedang berlangsung di Prancis.