Chandni
24 April 2018•Update: 24 April 2018
Alex Jensen
SEOUL
Kim Jong-un dilaporkan sedang bersiap-siap melakukan apa yang selama ini ditunggu-tunggu: membuka akses masuk bagi penyelidik internasional ke Korea Utara untuk memastikan proses denuklirisasi.
Pemimpin Korea Utara itu diperkirakan mengirimkan pesan ke AS menyampaikan kesediaannya untuk membuka akses untuk Badan Tenaga Atom Internasional, menurut koran Dong-A Ilbo dari Korea Selatan pada Selasa.
Surat kabar itu mengatakan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Utara mengamati bahwa Kim merespon positif terhadap Direktur CIA dan calon Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang ditugaskan untuk membujuk Korea Utara melakukan denuklirisasi.
Rezim Kim pekan lalu mengumumkan akan mengakhiri uji coba rudal nuklir dan antarbenua namun tidak berkomitmen terhadap denuklirisasi.
Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mensinyalir komitmen itu ketika mengatakan "Korea Utara mengemukakan kesediaan mereka melakukan denuklirisasi" pada Senin.
Di tengah kecurigaan terhadap ketulusan sikap Pyongyang ini, Sanders mengatakan sanksi-sanksi global tidak akan dicabut hingga Korea Utara sudah "mengambil langkah-langkah konkrit untuk denuklirisasi".
Jumat nanti, Korea Utara dan Selatan akan menggelar pertemuan pertama dalam sepuluh tahun terakhir.