Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Juni 2019•Update: 26 Juni 2019
MANAMA
Konferensi mengenai rencana perdamaian Timur Tengah "Kesepakatan Abad Ini" yang dipimpin Amerika Serikat dimulai di Bahrain pada Selasa.
Selama dua hari, para pejabat AS akan mengungkap bagian ekonomi dari rencana perdamaian mereka.
Dalam pidato pembukaannya, Jared Kushner, penasihat senior Gedung Putih sekaligus menantu Presiden AS Donald Trump menggambarkan rencana perdamaian sebagai "peluang abad ini" dan bukan hanya sekedar "kesepakatan abad ini".
Dia menegaskan bahwa para pejabat AS telah mempersiapkan rencana ekonomi terbesar untuk Palestina dan Timur Tengah.
Penasihat Trump memberikan presentasi pendahuluan tentang rincian rencana ekonominya sebagai upaya awal perdamaian, tetapi tidak membahas masalah hak pengembalian warga Palestina.
Dia menegaskan bahwa Presiden Trump tidak akan mengecewakan rakyat Palestina dan rencana ekonomi akan mengikutsertakan investasi di Mesir, Lebanon dan Yordania.
Pekan lalu, Gedung Putih menyerukan investasi sebesar USD50 miliar untuk Palestina dan negara-negara tetangga sebagai bagian dari rencana damai, yang menyerukan peningkatan proyek infrastruktur antara Jalur Gaza dan Tepi Barat, dengan tujuan yang untuk memberdayakan rakyat Palestina. .
Negosiasi Palestina-Israel gagal pada April 2014 setelah Israel menolak untuk menghentikan aktivitas permukiman, menerima solusi dua negara berdasarkan perbatasan pra-1967 dan membebaskan tahanan Palestina dari penjaranya.