Megiza Soeharto Asmail
21 Juli 2018•Update: 21 Juli 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Seorang pria yang diracuni dengan agen saraf kelas militer Novichok telah dibebaskan dari rumah sakit setelah terpapar zat tersebut pada awal bulan ini, kata seorang pejabat rumah sakit pada Jumat.
Charlie Rowley (45) - pasangan Dawn Sturgess (44) yang meninggal setelah terpapar zat yang sama 12 hari yang lalu - dinyatakan tidak menimbulkan risiko kontaminasi kepada masyarakat.
“Baik Dawn dan Charlie telah diracuni oleh agen saraf yang kuat. Sebagai bagian dari perawatan yang kami berikan kepada Charlie, dan korban lain dari agen saraf ini, kami mendekontaminasi mereka," ujar Lorna Wilkinson, Direktur Keperawatan di Salisbury District Hospital, mengatakan kepada surat kabar Guardian.
"Kami melakukan ini untuk membantu mereka menjadi lebih baik dan memastikan tidak akan ada kontaminasi yang tersisa yang dapat mempengaruhi mereka atau siapa saja yang melakukan kontak dengan mereka," tambahnya.
"Kami terus bekerja sama dengan Public Health Inggris yang telah memberi tahu bahwa Charlie tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat".
Meski begitu, Rowley dipastikan tetap di bawah perlindungan polisi, bersamaan dengan lanjutan penyelidikan mereka tentang bagaimana pasangan itu mendapat kontak dengan agen saraf.
Temuan tentang bagaimana Rowley dan Sturgess bersentuhan dengan substansi racun itu saat di rumahnya di Amesbury, Wiltshire, akan menjadi bukti penting bagi penyidik yang menangani kasus tersebut.
Tidak hanya itu, bukti yang nantinya didapatkan akan dapat menjelaskan juga serangan Novichok pada mantan mata-mata Soviet Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury pada bulan Maret lalu, yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
Rowley dan Sturgess dilarikan ke rumah sakit setelah terkena agen saraf yang mematikan pada 30 Juni lalu. Polisi menemukan sebuah botol berisi agen saraf di tempat kejadian. Sturgess pun menderita parah akibat keracunan itu dan akhirnya meninggal.