Alex Jensen
22 November 2017•Update: 23 November 2017
Alex Jensen
SEOUL
Pasukan Korea Utara telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung selama puluhan tahun karena melepaskan tembakan ke tentaranya yang melarikan diri ke wilayah Korea Selatan pekan lalu, kata Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC), Rabu.
Setelah berjanji untuk memberikan bukti pekan lalu, UNC akhirnya merilis rekaman video yang menunjukkan seorang tentara Korea Utara melintasi Garis Demarkasi Militer (MDL) ketika mengejar rekannya yang membelot.
Media lokal telah mengkritik ketidaksiapan Seoul karena mengabaikan sekitar 40 tembakan Korea Utara di kamp militer Korea Selatan yang dijaga ketat, yang juga merupakan tempat wisata populer. Laporan menyebutkan bahwa tidak ada pengunjung yang berada di lokasi saat insiden berlangsung.
"Temuan kunci dari tim investigasi yaitu militer Korea Utara telah melanggar kesepakatan gencatan senjata karena melepaskan tembakan melewati MDL dan sempat menyeberang MDL," jelas juru bicara UNC Chad Carroll dalam konferensi pers.
Rekaman video menunjukkan betapa dramatisnya insiden pembelotan tersebut. Sejumlah pasukan Korea Utara mengejar mobil jeep yang dikendarai seorang tentara pembelot, hingga salah satu anggota pasukan sempat melewati MDL selama beberapa detik.
Dalam sebuah pernyataan, Komandan UNC Jenderal Vincent K. Brooks bersikeras bahwa perjanjian gencatan senjata masih akan terus berlaku.
Brooks juga memuji pasukan Batalyon Keamanan UNC yang sigap bertindak untuk mencegah meletusnya konflik kembali dan menghormati Zona Demiliterisasi meskipun Korea Utara telah melepaskan tembakan.
Menurut Kantor Berita Yonhap, tentara pembelot saat ini masih mendapat perawatan medis di sebuah rumah sakit di Seoul, dan telah kembali sadar setelah menjalani dua operasi.
Kebijakan Korea Selatan adalah menerima para pembelot dari Korea Utara, meskipun perjalanan mereka tergolong berbahaya, karena tidak ada jalur resmi untuk melintasi kedua wilayah tanpa izin khusus.