29 Agustus 2017•Update: 29 Agustus 2017
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara (Korut) kembali menguji kesabaran negara-negara tetangganya, Selasa pagi, dengan menembakkan rudal balistik ke Jepang untuk pertama kalinya dalam hampir dua dasawarsa.
Menurut pernyataan dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan yang dilansir oleh Kantor Berita Yonhap, rudal tersebut menempuh jarak sekitar 2.700 kilometer dan melewati wilayah udara Jepang sebelum akhirnya mendarat di Laut Timur.
Kantor kepresidenan Seoul juga telah menggelar rapat pertemuan Dewan Keamanan Nasional.
Sehari sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah meminta negaranya segera bersiap untuk menyerang jika Korut “melanggar batas”.
Moon sebelumnya mengatakan bahwa Korut melewati “garis merah” jika Korut memasang hulu ledak nuklir pada rudal balistik antarbenua di tengah ancaman Pyongyang untuk menembakkan rudal ke Guam.
Pyongyang telah menolak ajakan Seoul untuk berdialog dengan damai dan menyebut ajakan Moon “tidak tulus”. Pyongyang malah melancarkan serangkaian uji coba rudal, termasuk proyektil jarak pendek, pada Sabtu pagi.
Surat kabar resmi Korut Rodong Sinmun, Senin, memperingatkan bahwa tentara Korut “akan menenggelamkan seluruh Amerika Serikat (AS), jika AS memulai agresinya ke Korut.”
Selasa, Sekretaris Kabinet Hepang Yoshihide Suga menanggapi provokasi ini dengan mengutuknya sebagai “ancaman mematikan yang belum pernah ada sebelumnya.”