Maria Elisa Hospita
27 Mei 2019•Update: 28 Mei 2019
Gozde Bayar
ANKARA
Badan Keamanan Nasional (NSA) telah kehilangan kendali ke senjata sibernya karena ulah para peretas.
Menurut harian The New York Times, peretas telah mengacaukan kota-kota Amerika yang rentan dari serangan siber, dari Pennsylvania hingga ke Texas, dengan alat EternalBlue milik NSA dan melumpuhkan jaringan internet pemerintah daerah.
Baru-baru ini para penjahat dunia maya meretas komputer pegawai negeri sipil di Baltimore, Maryland dan menodong imbalan sekitar USD100.000.
Sementara itu, NSA membantah bahwa malwarenya diretas oleh pemeras digital pada 2017.
NY Times mengklaim bahwa malware itu diretas oleh Shadow Brokers, yang mengeskpkoitasi perangkat lunak NSA di internet dan mengirimkannya ke peretas yang terkait dengan Rusia, China, dan Korea Utara.
Thomas Rid, seorang pakar keamanan siber di Universitas Johns Hopkins, menggambarkan insiden Shadow Brokers sebagai “serangan ke NSA yang paling merusak dan mahal".