MOSKOW
Pemberian status kandidat anggota Uni Eropa (UE) kepada Ukraina dan Moldova membutuhkan perhatian Rusia yang meningkat di tengah rencana UE untuk memperkuat sektor militer dan pertahanannya, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat.
Berbicara pada konferensi pers di Saint Petersburg, Peskov mengatakan bahwa banyak transformasi sedang berlangsung di UE yang perlu mendapat perhatian Rusia.
"Ini membutuhkan perhatian kita yang meningkat karena kita semua tahu tentang intensifikasi diskusi di Eropa tentang penguatan komponen pertahanan Uni Eropa-komponen militer, pertahanan, dan keamanan," sebut dia.
Mengacu pada pembicaraan damai Rusia-Ukraina, Peskov mengatakan Kyiv "tidak berhubungan" dengan topik ini sejak April dan Moskow mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk membujuk otoritas Ukraina untuk kembali ke meja perundingan.
"Rusia terbuka untuk proses negosiasi, Presiden (Rusia) (Vladimir) Putin terbuka untuk proses negosiasi. Posisi kami sudah diketahui, sudah di atas kertas dan diserahkan ke Ukraina," ungkap dia.
Juru bicara Kremlin menegaskan bahwa ada upaya kontak dengan Kyiv tentang ekspor gandum, meski posisi Ukraina tidak jelas.
"Kontak tertentu sedang diadakan di sana. Masih banyak hal yang ambigu terkait posisi pihak Ukraina. Itu saja yang bisa saya katakan sekarang," imbuh dia.
Komisi Eropa pada Jumat merekomendasikan status kandidat anggota untuk Ukraina dan Moldova.
Hanya empat hari setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada 24 Februari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara resmi menandatangani permohonan negaranya untuk bergabung dengan UE.
Terinspirasi oleh permintaan Ukraina, Georgia dan Moldova juga mendaftarkan keanggotaan UE mereka pada 3 Maret.
Komisi Eropa menyampaikan penilaiannya terhadap pencalonan UE dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya karena perang di Ukraina.