Muhammad Nazarudin Latief
21 Maret 2019•Update: 22 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Perdana Menteri Mahathir Mohamad memulai kunjungan tiga hari ke Pakistan, Kamis untuk menghidupkan kembali hubungan diplomatik Malaysia-Pakistan yang memasuki tahun ke-62, lansir New Straits Times.
Pembicaraan Mahathir dan koleganya Imran Khan diharapkan bisa menghasilkan keputusan untuk meningkatkan kerja sama kedua negara.
Komisaris Tinggi Malaysia untuk Pakistan Ikram Mohammad Ibrahim mengatakan perdana menteri memiliki jadwal yang padat, khususnya pada dua hari terakhir perjalanannya.
Dia mengatakan Mahathir dan Imran akan memimpin pertemuan delegasi sebelum mengeluarkan pernyataan bersama.
“Malaysia dan Pakistan juga akan menjadi tuan rumah pertemuan dengan para pimpinan industri, di mana kedua perdana menteri akan menyampaikan pesan masing-masing.
“Masalah-masalah yang akan disinggung termasuk upaya untuk memperkuat hubungan bilateral dalam politik dan keamanan; kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi dan pengembangan sosial.
"Aspek administratif, seperti yang disepakati dalam pertemuan mereka di Kuala Lumpur November lalu, juga diharapkan bisa diselesaikan, terlepas dari masalah anti-korupsi."
Ikram mengatakan, dalam hal investasi, para pemimpin akan menyaksikan pertukaran nota kesepahaman antara perusahaan telekomunikasi Malaysia dan Pakistan, serta peluncuran simbolis pabrik perakitan Proton di Sindh, Karachi.
“Perdagangan Malaysia dan Pakistan mencapai nilai USD1,46 miliar pada 2018, meningkat 9,1 persen dari USD1,34 miliar dari tahun sebelumnya.
“Malaysia adalah investor asing ketiga terbesar Pakistan, tepat di belakang Cina dan Inggris. Investasi Pakistan di Malaysia pada 2018 mencapai RM12,9 juta.”
Ikram mengatakan kunjungan Mahathir ke Islamabad dalam kapasitasnya sebagai tamu kehormatan dalam hubungannya dengan Hari Nasional Pakistan, Sabtu ini.
“Dr Mahathir juga dijadwalkan untuk menerima penghargaan Nishan-e-Pakistan, yang akan diserahkan oleh Presiden Arif Ali.
“Nishan-e-Pakistan adalah penghargaan sipil tertinggi yang diberikan oleh pemerintah Pakistan, dianugerahkan untuk jasa yang pantas dan terhormat bagi negara, komunitas internasional, dan hubungan luar negeri. Penerima sebelumnya termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
"Ini merupakan kehormatan besar bagi Malaysia," ujar dia.