Said Amori, Rania Abushamala
14 Agustus 2026•Update: 14 Agustus 2026
Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper dilaporkan mendorong dimulainya kembali serangan terhadap Iran, termasuk menyasar infrastruktur minyak, gas, dan listrik, sebagai upaya meningkatkan tekanan terhadap Tehran, menurut media Israel pada Kamis.
Channel 13 Israel, mengutip sejumlah sumber politik yang mengetahui persoalan tersebut namun tidak disebutkan namanya, melaporkan Cooper menyampaikan usulan itu saat berkunjung ke Israel pekan lalu.
Menurut stasiun televisi tersebut, Cooper menghadiri pertemuan forum operasional tertinggi militer Israel bersama Kepala Staf Eyal Zamir dan sejumlah komandan senior lainnya.
Dalam pertemuan itu, Cooper disebut menyerukan dimulainya kembali pertempuran melawan Iran serta serangan terhadap infrastruktur nasional, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan industri gas, minyak, dan listrik negara tersebut.
"Menyerang infrastruktur di Iran akan mengubah aturan permainan, akan memberikan pukulan berat kepada Iran, dan dalam situasi saat ini mereka tidak akan mengubah posisi mereka," kata Cooper seperti dikutip Channel 13.
Kepala CENTCOM itu dilaporkan mengatakan kepada pejabat militer Israel bahwa dimulainya kembali pertempuran dapat menjadi satu-satunya pilihan dan AS mungkin perlu melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran.
Menurut sumber yang sama, Cooper juga menyampaikan pandangannya kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine, sementara usulan tersebut telah diteruskan kepada Presiden Donald Trump.
Usulan yang dilaporkan itu muncul di tengah laporan media AS yang menyebut kemungkinan pecahnya kembali konflik dengan Iran telah menurun, sementara Washington dalam beberapa hari terakhir meningkatkan upaya untuk mengakhiri pertempuran di kawasan.
Dalam perkembangan terkait, CENTCOM pada Kamis mengumumkan pembentukan satuan tugas drone serang multinasional pertamanya melalui kerja sama dengan sejumlah negara Timur Tengah.
Belum ada tanggapan langsung dari AS mengenai klaim yang disampaikan stasiun televisi Israel tersebut.
AS dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April dan kemudian menandatangani kesepakatan pada 17 Juni yang membuka perundingan menuju kesepakatan akhir.
Namun, perundingan kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur paling strategis bagi pasokan energi dan perdagangan dunia.
Pada 8-24 Juli, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer, dengan Washington menyerang sejumlah sasaran di dalam wilayah Iran.
Tehran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas dan peralatan yang disebutnya sebagai aset militer AS di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.