Erbil Başay
29 Desember 2018•Update: 30 Desember 2018
Erbil Basay
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin lewat telepon, ujar pemerintah Jerman pada Jumat.
Kedua pemimpin membahas perkembangan internasional baru-baru ini, khususnya di Suriah dan Ukraina, kata juru bicara pemerintah Jerman Ulrike Demmer dalam sebuah pernyataan.
Merkel dan Putin fokus pada pekerjaan negara-negara penjamin proses perdamaian Astana - Turki, Rusia dan Iran - soal pembentukan daftar anggota komite konstitusi Suriah dan keputusan AS untuk menarik pasukannya dari negara itu, kata dia.
Merkel juga menyambut gencatan senjata di wilayah konflik Ukraina timur yang telah dimulai pukul 12:01 pagi pada 29 Desember, tambah dia.
Presiden Donald Trump pekan lalu membuat pengumuman mengejutkan bahwa AS akan menarik tentaranya dari Suriah.
Keputusannya ini menyusul perbincangan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di mana kedua pemimpin sepakat tentang perlunya koordinasi yang lebih efektif atas negara yang dilanda perang saudara itu.
Rusia dan Ukraina berselisih sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Crimea setelah referendum yang kontroversial.
Turki, serta Majelis Umum PBB, memandang aneksasi itu ilegal.
Ukraina juga menyalahkan Rusia atas kekerasan separatis di Ukraina timur dekat perbatasan dengan Rusia.