Ekip
25 November 2017•Update: 25 November 2017
KAIRO
Sejumlah penyerang yang terlibat dalam pemboman mematikan di masjid kawasan Semenanjung Sinai, Mesir telah terbunuh, kata seorang juru bicara militer.
Sedikitnya 235 orang tewas dan ratusan luka-luka saat beberapa penyerang membom sebuah masjid di kota Bir al-Abed di Sinai Utara dan kemudian melepaskan tembakan ke arah para Jamaah shalat, Jumat lalu.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara militer Mesir Tamer Rifai mengatakan bahwa pesawat tempur telah mengejar para penyerang sesaat setelah pemboman tersebut terjadi.
"Sejumlah kendaraan yang terlibat dalam serangan teroris mematikan itu sudah dibidik dan dihancurkan, dan mereka yang berada di mobil itu tewas," kata juru bicara tersebut, Sabtu.
Dia menambahkan kalau pasukan Mesir juga telah menyerang sejumlah tempat yang disinyalir menjadi “sarang teroris" .
"Pasukan penegakan hukum, bekerja sama dengan angkatan udara, sedang menyisir tempat-tempat teroris lainnya," kata dia.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Masjid tersebut.
Pihak berwenang Mesir telah mengumumkan tiga hari berkabung, sementara Presiden Abdel Fattah al-Sisi bersumpah akan mengambil langkah tegas untuk menanggapi serangan teror itu.
Semenanjung Sinai tetap menjadi pusat pemberontakan militan sejak pertengahan 2013, ketika tentara menggulingkan dan memenjarakan Mohamed Morsi, presiden terpilih pertama yang terpilih secara bebas di Mesir, dalam sebuah kudeta militer.
Sudah ratusan personil keamanan dan warga sipil terbunuh dalam pemberontakan tersebut.