Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Januari 2019•Update: 30 Januari 2019
BERLIN
Militer Jerman memulai penyelidikan terhadap 270 tersangka ekstrimis sayap kanan di lembaganya, menurut laporan parlemen pada Selasa.
Laporan tahunan yang dirilis oleh Komisaris Parlemen untuk Angkatan Bersenjata Hans-Peter Bartels mengungkapkan sebanyak 18 tentara dipecat dari angkatan bersenjata karena pandangan ekstremis mereka.
Militer mencatat sejumlah insiden, yang melibatkan xenophobia atau propaganda anti-Semitisme, kegiatan politik yang tidak diizinkan, hasutan untuk permusuhan dan kebencian.
Melukis swastika, melakukan penghormatan Hitler, mendistribusikan konten ekstremis melalui ponsel dan media sosial merupakan sejumlah kasus yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Menurut laporan itu, Dinas Kontra Militer (MAD) juga telah membuka penyelidikan terhadap 20 personil militer atas dugaan hubungan mereka dengan Gerakan Warga Negara Reich, yang membantah legitimasi Republik Federal Jerman.