Dandy Koswaraputra
31 Juli 2018•Update: 01 Agustus 2018
Murat Paksoy dan Hanife Sevinc
ISTANBUL
Perwakilan dari komunitas minoritas mengatakan mereka bebas untuk mengikuti iman mereka di Turki, menyangkal tuduhan bahwa mereka menjadi korban intoleransi.
Dalam deklarasi bersama, perwakilan komunitas minoritas Turki - termasuk pengikut Gereja Ortodoks Yunani dan Armenia - mengatakan bahwa orang-orang dari agama yang berbeda hidup "bebas".
"Kami sebagai wakil agama dan direktur yayasan masyarakat berbagai agama dan keyakinan, yang telah menetap di negara ini selama berabad-abad, bebas untuk mengikuti keyakinan dan praktik kami," kata deklarasi itu pada Selasa.
"Pernyataan yang mengklaim dan atau menyiratkan bahwa ada tekanan [pada orang-orang dari agama lain] sama sekali tidak berdasar dan salah arah," tambahnya.
"Banyak kesulitan dan perlakuan tidak adil yang dialami di masa lalu telah diselesaikan seiring waktu."
Pernyataan itu menambahkan bahwa mereka "terus berkonsultasi" dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah mereka melalui "niat baik bersama".