Maria Elisa Hospita
24 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
Ali Cura
MOSKOW
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis mengkritik campur tangan negara Barat dalam urusan internal Venezuela.
"Perkembangan di Venezuela sangat mencerminkan bagaimana masyarakat Barat yang progresif memperlakukan hukum internasional, kedaulatan, dan urusan dalam negeri negara-negara lain," ujar Maria Zakharova lewat sebuah postingan di Facebook.
Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden sementara negara itu, menandai eskalasi paling signifikan dalam sengketa antara Washington dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Maduro telah mengecam pernyataan itu dan menyatakan negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan AS, sekaligus mempersilahkan para diplomat Amerika untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.
Hal itu disampaikan oleh Maduro di hadapan para pendukungnya yang berkumpul di Istana Presiden di Caracas.
Brazil dan Organisasi Negara-negara Amerika telah mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela, sementara Bolivia dan Meksiko menyatakan dukungan untuk Maduro.
Maduro telah berulang kali mengecam AS, dengan mengatakan Washington mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahnya di tengah kampanye sanksi.
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro - yang unggul dalam pemilihan umum yang diboikot oposisi - dilantik untuk masa jabatan kedua.