Maria Elisa Hospita
15 Februari 2018•Update: 16 Februari 2018
Yusuf Hatip
BRUSSEL
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan memperbaharui struktur komandonya, kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, dalam konferensi pers di Brussel, Rabu.
"Kami akan membentuk Komando Pasukan Gabungan Atlantik untuk membantu melindungi jalur komunikasi laut antara Amerika Utara dan Eropa," kata Stoltenberg.
Stoltenberg menambahkan: "Kami juga akan membentuk Komando untuk logistik, penguatan dan mobilitas militer dan memperbaiki pergerakan pasukan dan peralatan,"
Pusat Operasi Siber yang baru juga akan dibangun untuk memperkuat pertahanan NATO.
Juni mendatang, para menteri pertahanan dari negara-negara anggota akan bertemu untuk menetapkan waktu pelaksanaan dan lokasi komando yang baru.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan NATO menegaskan kembali pandangannya mengenai Operasi Ranting Zaitun. Stoltenberg mengatakan bahwa Turki memiliki masalah keamanan yang sah.
"Turki memiliki beberapa masalah keamanan yang sah. Tidak ada sekutu NATO lain yang lebih menderita daripada Turki karena serangan teroris, namun kami berharap Turki dapat bertindak dengan cara yang proporsional dan terarah," tegas Stoltenberg.
"Turki telah memberi tahu pada sekutu-sekutu NATO mengenai Operasi Ranting Zaitun, dan saya mengharapkan Turki untuk terus menginformasikan perkembangan operasi kepada kami," kata dia lagi.