Muhammad Abdullah Azzam
17 Februari 2021•Update: 18 Februari 2021
Aynur Ekiz
ANKARA
Turki tengah melancarkan operasi lintas batas di Irak utara karena sebagian besar serangan teroris pada 2019 lalu direncanakan dan berasal dari wilayah tersebut, kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu pada Selasa.
Mendagri Soylu mengatakan kepada parlemen Turki, “Apa yang harus kita lakukan di daerah Gara? Mengapa kita memasuki Hakurk dan Haftanin? 70 persen serangan teroris berasal dari wilayah tersebut pada 2019."
Berbicara di parlemen setelah teroris PKK membantai 13 warga Turki yang ditawan di Gara, Soylu mengatakan bahwa PKK ingin merusak anak muda dan keluarga mereka.
“Setelah anak-anak kami gugur, mereka mencoba untuk melecehkan keluarga mereka dalam kematian mereka, sama seperti mereka melecehkan keluarga mereka selama lima tahun setelah mereka membantai orang tak berdosa,” sebut dia.
“PKK tidak akan menang atas keluarga kita; keluarga kami akan menghajar mereka,” tambah Soylu.
Menekankan bahwa teroris PKK telah melakukan lebih dari 6.000 penyerangan terhadap warga sipil sejak didirikan pada tahun 1984, dia mengkritik kelompok-kelompok hak asasi manusia karena diam dalam menghadapi pertumpahan darah ini.
“Mereka yang mengharapkan belas kasihan dari kelompok teroris sama sekali tidak memiliki hati nurani. Yang mengharapkan moralitas dari kelompok teroris adalah hal yang percuma,” lanjut dia.
Pasukan Turki melakukan Operasi Cakar-Elang selama empat hari di Gara pekan lalu untuk mencegah PKK dan kelompok teror lainnya membangun kembali posisi yang digunakan untuk melakukan serangan teror lintas batas di Turki.
Operasi Cakar Harimau dan Cakar Elang dimulai Juni lalu untuk memastikan keamanan rakyat dan perbatasan Turki.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.