Aamir Latif
27 Desember 2017•Update: 28 Desember 2017
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Badan anti-korupsi Pakistan pada Selasa meluncurkan penyelidikan terhadap lebih dari 400 tokoh berpengaruh yang ditemukan memiliki perusahaan-perusahaan lepas pantai, seperti yang diungkap dokumen Panama Papers.
Mantan hakim Javed Iqbal, pemimpin Biro Akuntabilitas Nasional (NAB), mengatakan para penyilidik tidak boleh "tunduk terhadap tekanan" selama penggalian informasi, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh NAB.
Bulan April tahun lalu, dokumen Panama Papers mengidentifikasi 435 politisi dan pengusaha asal Pakistan, termasuk mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, yang memiliki perusahaan lepas pantai di Panama dan Kepulauan Virgin Britania Raya.
Pemimpin yang pernah menduduki posisi itu tiga kali dipecat sebagai perdana menteri oleh pengadilan tinggi Pakistan Juli lalu karena menutup-nutupi asetnya sehingga menciptakan skandal itu.
Panama Papers dirilis oleh jaringan jurnalis bernama International Consortium of Investigative Journalists pada April 2016. Sebanyak 140 politisi global terindikasi memiliki aset tersembunyi, termasuk 11 pemimpin dan mantan pemimpin dunia.
Antara lain, pemimpin Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson turun dari jabatannya dan mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron juga mengaku menerima laba dari aset-aset yang dimiliki ayahnya.