Aisar al-Ais
12 Mei 2022•Update: 13 Mei 2022
RAMALLAH, Palestina
Otritas Palestina menggelar prosesi pemakaman jurnalis veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh di kota Ramallah di Tepi Barat yang diduduki pada Kamis.
Jenazah Shireen dibawa dari Rumah Sakit Arab Istishari, Ramallah menuju markas kepresidenan Palestina, terang reporter Anadolu Agency di lapangan.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas bersama dengan pejabat tinggi Palestina hadir dalam upacara peringatan tersebut.
Ratusan warga Palestina memadati jalan untuk menghormati Abu Akleh.
Berbicara pada upacara pemakaman, Abbas menganggap Israel bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis tersebut.
"Pendudukan tidak akan menyembunyikan kebenaran dan kejahatan tidak boleh dibiarkan begitu saja," katanya.
Abbas juga mengatakan Palestina tidak akan menerima penyelidikan bersama dengan Israel atas pembunuhan Abu Akleh.
"Kami menolak penyelidikan bersama dengan otoritas Israel karena mereka yang melakukan kejahatan dan kami tidak mempercayai mereka," ucap Abbas.
Abbas berjanji akan membawa kasus itu ke Pengadilan Kriminal Internasional.
"Kami akan segera pergi ke Pengadilan Kriminal Internasional untuk menghukum para penjahat," tukas Abbas.
Memuji Abu Akleh, Abbas mengatakan dia adalah "suara yang jujur dan patriotik dan dia menyampaikan penderitaan Yerusalem dan kamp-kamp pengungsi."
Abu Akleh diputuskan dianugerahi dengan medali Bintang Yerusalem.
Pemakamannya akan berlangsung di Yerusalem Timur yang diduduki pada Jumat.
Abu Akleh lahir di Yerusalem pada tahun 1971 dan selama dua setengah dekade terakhir, dia adalah salah satu jurnalis elit Al Jazeera yang meliput situasi di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.
Al Jazeera menuduh pasukan Israel dengan sengaja membunuh jurnalis veteran Abu Akleh di Tepi Barat yang diduduki pada hari Rabu.
Sementara tentara Israel mengatakan bahwa penilaian awal menunjukkan Abu Akleh "dibunuh oleh orang-orang bersenjata Palestina."
Otoritas Palestina mengkonfirmasi bahwa Abu Akleh “ditembak mati oleh tentara Israel.”