Diyar Guldogan
23 Juli 2026•Update: 23 Juli 2026
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS kembali melancarkan gelombang baru serangan terhadap sasaran militer Iran pada Rabu.
Operasi tersebut, menurut CENTCOM, akan terus berlanjut untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran sipil dan kapal-kapal komersial di perairan kawasan.
Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan serangan dimulai pada pukul 17.30 waktu setempat atas arahan Panglima Tertinggi Amerika Serikat.
"Pada pukul 17.30 ET hari ini, pasukan Amerika Serikat mulai melancarkan serangan tambahan terhadap sasaran militer Iran atas arahan Panglima Tertinggi," demikian pernyataan CENTCOM.
"Operasi ini akan terus berlanjut untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan kawasan," tambahnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan ofensif gabungan terhadap Iran pada akhir Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan damai jangka panjang. Namun, ketegangan kembali meningkat pekan lalu terkait Selat Hormuz ketika kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Menurut data Departemen Pertahanan AS, sejak Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, sebanyak 18 personel militer AS tewas dan 447 lainnya mengalami luka-luka.