Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 Oktober 2019•Update: 24 Oktober 2019
Ali Cura
MOSKOW
Polisi militer Rusia menggelar patroli pertama mereka di Suriah utara pada Rabu di bawah kesepakatan antara Ankara dan Moskow yang mengharuskan teroris PKK/YPG untuk menarik diri dari zona aman.
"Sesuai dengan nota kesepakatan yang ditandatangani antara Turki dan Rusia di Sochi pada 22 Oktober, hari ini, polisi militer Rusia berpatroli di rute yang ditentukan di Suriah utara untuk pertama kalinya," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Pada 17 Oktober, Turki setuju untuk menghentikan Operasi Mata Air Perdamaian selama 120 jam untuk memungkinkan penarikan pasukan teroris YPG/PKK dari zona aman di Suriah utara.
Pada Selasa, Turki dan Rusia mencapai 10 poin kesepakatan tentang Suriah selama pertemuan bersejarah antara kedua presiden, beberapa jam sebelum masa penangguhan operasi berakhir.
Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan di mana teroris PKK/YPG akan mundur 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.