Bayram Altuğ, Levent Tok
27 April 2018•Update: 28 April 2018
Bayram Altuğ, Levent Tok
JENEWA
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Kemanusiaan Mark Lowcock mengungkapkan kekhawatirannya atas serangan pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad ke Kamp Yarmouk, daerah di selatan Damaskus yang mayoritas penduduknya adalah pengungsi Palestina, Kamis.
“Kami sangat khawatir tentang kegiatan militer di Yarmouk, kami khawatir tentang korban sipil di wilayah itu, dan saya mendengar ada serangan dari Yarmouk (Daesh) ke Damaskus,” kata Lowcock dalam konferensi pers di Kantor PBB Jenewa.
Selain itu, Lowcock menambahkan bahwa mereka masih tidak memiliki akses ke Ghouta timur, yang telah sepenuhnya dikuasai pasukan rezim Assad, sehingga jumlah warga sipil di kawasan itu masih belum diketahui.
Terkait situasi di Idlib, dia menyatakan pemboman dan bentrokan masih terus berlanjut di wilayah Idlib.
"Kami sangat khawatir. Kami melihat pemboman terutama ke selatan Idlib dan bentrokan masih terus berlanjut. Sayangnya, kami tidak memiliki akses seperti yang kami inginkan ke wilayah tersebut. Warga sipil di beberapa daerah di İdlib juga sangat membutuhkan perlindungan," ujar Lowcock.
Warga sipil di Kamp Yarmouk hidup dalam pengepungan
Kamp Yarmouk adalah sebuah permukiman dengan luas 16 kilometer persegi dan berjarak 8 kilometer dari selatan Damaskus. Sebagian besar penduduknya adalah pengungsi Palestina.
Organisasi teroris Daesh menguasai area seluas 8 kilometer persegi di bagian barat Yarmouk, sementara Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menguasai area seluas 7 kilometer persegi di bagian timur kawasan tersebut.
Sedangkan areal seluas 1 kilometer persegi di utara Kamp Yarmouk dikendalikan oleh kelompok bersenjata anti-rezim, Hayat Tahrir al-Sham.
Kawasan yang dikuasai Daesh di Yarmouk, yang merupakan rumah bagi 2.500 keluarga yang sebagian besarnya adalah pengungsi Palestina telah dikepung oleh rezim dan kelompok dukungan Iran selama sekitar lima tahun terakhir,.
Sementara itu, sekitar 100ribu warga sipil yang tinggal di daerah yang dikuasasi FSA juga berada dalam pengepungan.
Setelah menguasai Ghouta Timur, pasukan rezim melancarkan serangan besar-besaran ke Yarmouk pada Kamis lalu, 20 pengungsi Palestina tewas sejak saat itu.