Hayati Nupus
09 September 2018•Update: 10 September 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Pejabat resmi pemerintahan Presiden AS Donald Trump diam-diam bertemu dengan para perwira militer Venezuela untuk membahas pengusiran Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menurut New York Times, Sabtu.
Times mengatakan, pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya itu menggelar pembicaraan dengan mantan komandan militer Venezuela, tetapi Washington akhirnya memutuskan untuk tidak mendukung kudeta.
Gedung Putih "menolak untuk menjawab pertanyaan rinci tentang pembicaraan itu", Times melaporkan.
Harian itu mengutip wawancara dengan 11 pejabat AS dan mantan pejabat AS, serta seorang mantan komandan militer Venezuela yang terlibat dalam pertemuan tersebut.
Komandan militer Venezuela itu merupakan salah satu dari daftar pejabat Venezuela yang terkena sanksi Washington, menurut Times.
Pada 21 Mei, pihak administrasi Trump menolak hasil pemilihan presiden Venezuela, dan menyebutnya sebagai “palsu” dan meningkatkan tekanan ekonomi serta diplomatik terhadap pemerintahan Maduro.