Nicky Aulia Widadio
19 Maret 2019•Update: 19 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan mengatakan pemerintah Australia akan mengambil langkah terkait pernyataan salah satu senator, Fraser Anning, yang menyalahkan imigran muslim atas penembakan di masjid Selandia Baru.
“Pemerintah dan partai-partai politik akan mengambil sikap terkait orang tersebut (Anning) pada 2 April di parlemen,” kata Quinlan ketika menemui petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Senin.
Pernyataan Anning, sambung dia, juga mendapat kecaman di dalam negeri oleh para pemimpin politik, termasuk Perdana Menteri Scott Morrison, serta pemimpin komunitas agama dan masyarakat di Australia.
Menurut Quinlan, pernyataan Anning bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegang masyarakat Australia.
Lebih lanjut, Quinlan menilai pernyataan Anning sebagai pengingat bagi Australia untuk melawan ujaran kebencian yang disampaikan ekstremis sayap kanan.
Dia berharap masyarakat Australia menjadi lebih waspada terhadap bahaya ideologi ekstremis sayap kanan.
Senator Anning sebetulnya hanya mendapat 19 suara di negara bagian Queensland pada Pemilihan Umum 2016 lalu.
Dia bisa menjadi senator karena menggantikan posisi senator terpilih Malcolm Roberts, yang didiskualifikasi karena memiliki dua kewarganegaraan.
“Jadi secara teknis dia (Anning) tidak dipilih oleh rakyat Australia, dia hanya menggantikan,” kata Quinlan.
Anning menjadi sorotan dunia setelah menyalahkan kebijakan imigrasi Selandia Baru sebagai penyebab dari serangan teror ke dua masjid di Kota Christchurch.
"Penyebab utama pertumpahan darah di jalan-jalan Selandia Baru hari ini adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik Muslim bermigrasi ke Selandia Baru," kata Anning.
Atas ucapan kontroversialnya, lebih dari satu juta orang telah menandatangani petisi untuk mengeluarkan Anning dari parlemen melalui situs change.org.