Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 April 2019•Update: 23 April 2019
Gulsen Topcu
TRIPOLI
Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB pada Senin mengatakan bahwa mereka telah menguasai sebagian besar Bandara Internasional Tripoli.
"Perkembangan ini menyusul bentrokan dengan pasukan pimpinan komandan yang berbasis di timur Libya, Khalifa Haftar," kata Mustafa al-Mecei, juru bicara operasi militer, kepada Anadolu Agency.
"Setelah mengamankan Tripoli, pasukan GNA akan bergerak menuju titik di mana pasukan Haftar terlihat di wilayah barat Libya," tambah Mecei.
Awal bulan ini, pasukan Haftar mengklaim telah mengambil kendali penuh atas Bandara Internasional Tripoli.
Sejak awal April, Haftar telah meluncurkan operasi untuk mengepung Tripoli, tempat GNA bermarkas.
Setidaknya 254 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam bentrokan baru-baru ini di pinggiran kota Tripoli, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.