03 Agustus 2017•Update: 04 Agustus 2017
Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA
Penjara kota Davao bersiaga penuh Rabu menyusul laporan dari pihak intellijen adanya rencana kabur dari sejumlah tahanan yang dianggap berbahaya.
Kepala Biro Manajemen Penjara dan Lembaga Pemasyarakatan mengatakan keamanan sudah ditingkatkan untuk mencegah serangan yang dapat membebaskan 5 anggota kelompok Maute, yang merupakan tersangka pada pengeboman di pasar malam Davao September lalu yang menewaskan 15 dan melukai 69 lainnya, lapor stasiun radio GMA.
Penjara Davao memiliki lebih dari 3.300 tahanan, termasuk militan Abu Sayyaf, pemberontak komunis dan tokoh politik, menurut laporan itu.
Dewan Perdamaian dan Tata Tertib Davao City ingin mengalihkan kasus terorisme dan hak tahan anggota Maute ke kota Taguig di ibukota Filipina di Manila, untuk melindungi keamanan kota.
Kepala Polisi Ronald dela Rosa pada Rabu mengatakan bahwa sisa pemberonak Maute mengumpulkan sekutunya untuk melakukan serangan di bagian lain Mindanao guna mengalihkan perhatian pemerintah dari Marawi, di mana kelompok tersebut masih bertemput sengit dengan pasukan pemerintah sejak 23 Mei.
Baku tembak di Marawi mendorong Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di Mindanao hingga 31 Desember.