Safvan Allahverdi
06 April 2018•Update: 07 April 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Pentagon menyebutkan kabar rencana penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Suriah sebagai "rumor", Kamis.
"Saya mendengar rumor orang-orang tentang penarikan. Saya tahu presiden mengatakan dalam waktu dekat, karena kami telah sangat sukses dengan mengalahkan ISIS [Daesh] namun itu belum berakhir. Kami berkomitmen untuk memastikan kekalahan ISIS [Daesh]," kata Juru Bicara Pentagon Dana White kepada wartawan pada konferensi pers.
Pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan AS akan “segera” meninggalkan Suriah karena Daesh telah dikalahkan, dengan alasan pembelanjaan AS di Timur Tengah sia-sia dan mengurangi pengeluaran domestik.
Sekitar satu minggu setelah pernyataan Trump, Direktur Intelijen Nasional Dan Coats seperti dikutip media AS mengatakan bahwa keputusan terkait keberadaan AS di Suriah telah diambil dalam pertemuan Gedung Putih pada Selasa.
Menjelang pertemuan tersebut, Trump mengisyaratkan bahwa negara-negara yang ingin AS tetap berada di Suriah harus mendanai keberadaan militer AS yang berkelanjutan, khususnya Arab Saudi.
Pejabat-pejabat Saudi mengindikasikan bahwa mereka ingin AS tetap tinggal di Suriah, kata Trump menambahkan bahwa dia telah menyampaikan soal pendanaan untuk operasi berkelanjutan.
Menanggapi pertanyaan apakah pernyataan yang berlawanan antara Pentagon dan Gedung Putih soal keberadaan AS di Suriah disebabkan oleh kesalahan komunikasi, juru bicara Pentagon menekankan pentingnya berperang melawan militan Daesh yang masih tersisa.
"Kami terus fokus mengalahkan ISIS dan ISIS tetap menjadi ancaman internasional," tambahnya.
Trump memprotes pengeluaran AS di wilayah tersebut, dia mengklaim bahwa Washington tidak mendapatkan apa pun dari USD 7 triliun yang telah dikeluarkan.