Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Jepang menegaskan kembali klaimnya atas pulau-pulau yang disengketakan di Laut Jepang, menolak protes yang diajukan oleh Korea Selatan atas peta online Olimpiade Tokyo 2020, lansir harian Jepang Mainichi.
"Kami memberi tahu pihak Korea Selatan bahwa, mengingat pendirian kami tentang kedaulatan Takeshima dan Laut Jepang, itu sama sekali tidak dapat diterima," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, Selasa.
Jepang menyebut pulau-pulau yang disengketakan sebagai "Takeshima", sementara Korea Selatan menyebutnya "Dokdo".
Pulau-pulau tersebut saat ini berada di bawah kendali Korea Selatan.
Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2020 dan persiapan pesta olahraga yang akan menarik ribuan atlet, pejabat dan penggemar ke Tokyo itu sedang berlangsung.
"Peta di situs web resmi untuk Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo menunjukkan rute estafet obor di seluruh negeri dan pulau-pulau itu tertera di sana," tulis harian Mainichi.
Pada hari yang sama, Tokyo juga mengecam Korea Selatan atas tindakannya terhadap pesawat Rusia yang diduga melanggar ruang udara di atas pulau-pulau yang disengketakan.
"Takeshima adalah wilayah Jepang. Jepang lah yang seharusnya mengambil tindakan terhadap pesawat Rusia yang memasuki wilayah udaranya. Langkah yang diambil Korea Selatan tidak sesuai dengan sikap Jepang," kata Menteri Luar Negeri Taro Kono.
Hubungan Jepang-Korsel kini memanas sejak Jepang membatasi ekspor tiga alat elektronik Korsel pada 4 Juli.
Langkah tersebut dipandang sebagai balasan terhadap putusan pengadilan Korea Selatan yang memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk membayar kompensasi kepada para korban kerja paksa di masa perang.
Tokyo menolak keputusan tersebut dan bersikeras bahwa masalah kompensasi telah diselesaikan dengan pakta bilateral 1965.