Maria Elisa Hospita
30 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
CEO Boeing, Dennis Muilenburg, meminta maaf kepada sekitar 20 kerabat korban tragedi 737 MAX pada Selasa.
"Saya ingin menyampaikan langsung dengan keluarga para korban yang ada di sini. Atas nama saya dan perusahaan, kami meminta maaf," kata Muilenburg saat menghadiri sidang testimoni Senat Amerika Serikat.
Ketua Komite Perdagangan Senat AS Roger Wicker membuka sidang ini dengan menjanjikan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan sampai ke dasar kesalahan.
Fitur keselamatan penerbangan bernama Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS), yang dirancang untuk menurunkan hidung pesawat dalam beberapa kondisi, diketahui aktif dalam kedua kecelakaan fatal yang terjadi pada Lion Air JT610 dan Ethiopian Airline ET280.
Hal itu disebabkan kegagalan fungsi sistem yang dirancang Boeing. Pilot kedua penerbangan diketahui tidak merespons aktifnya fitur ini dengan tepat, sehingga kemudian kehilangan kendali.
Kesaksian Muilenburg disampaikan bertepatan dengan peringatan satu tahun kecelakaan pertama, ketika Boeing 737 MAX yang dioperasikan Lion Air jatuh ke Laut Jawa beberapa menit setelah lepas landas.
Kurang dari lima bulan setelah kecelakaan di Indonesia, sebuah pesawat Ethiopian Airlines bermodel sama jatuh menghantam daratan Ethiopia pada Maret 2019.
Muilenburg pun mengatakan musibah itu telah mendorong Boeing untuk meningkatkan keselamatan pesawat dan industrinya.
Dia juga menegaskan komitmen perusahaan dalam memperbaiki masalah pesawat Max-nya.