Devina Halim
04 Agustus 2021•Update: 04 Agustus 2021
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin akan mengajukan mosi percaya di parlemen pada September nanti untuk menentukan keabsahannya sebagai perdana menteri.
Menurut Muhyiddin, raja Malaysia telah menyetujui usulnya tersebut.
“Melalui cara ini, posisi saya sebagai perdana menteri dan Perikatan Nasional sebagai pemerintah yang berkuasa akan dapat ditentukan sesuai dengan hukum dan konstitusi,” ungkap Muhyiddin dalam konferensi pers, Rabu.
Muhyiddin mengaku telah menerima surat dari raja Malaysia pada Selasa berisi informasi terdapat delapan anggota parlemen dari partai terbesar Malaysia UMNO yang menarik dukungan terhadap dirinya.
Muhyiddin kemudian menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers setelah bertemu dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada Rabu pagi.
Muhyiddin mengaku telah menerima sejumlah surat yang meyakinkan dirinya masih memiliki suara mayoritas di parlemen.
Maka dari itu, pengunduran dirinya sebagai perdana menteri tidak muncul.
Dalam pernyataannya, Muhyiddin sekaligus menyindir pihak-pihak tertentu yang sengaja menimbulkan krisis politik tersebut.
Menurut Muhyiddin, lawannya kurang senang dengan ketegasan dia yang tidak melayani tuntutan mereka, termasuk desakan untuk membebaskan beberapa individu yang sedang didakwa atas jeratan pidana.
Pada Selasa kemarin, Presiden Partai terbesar Malaysia UMNO Ahmad Zahid Hamidi mengklaim telah mengumpulkan cukup banyak pernyataan hukum atau statutory declaration (SD) dari anggota parlemen partainya yang menarik dukungan terhadap Muhyiddin.
Menurut Zahid, SD tersebut telah diserahkan kepada Raja Malaysia.
Sebagai partai terbesar di Malaysia, UMNO saat ini memiliki 38 kursi parlemen.
Dengan begitu, Zahid mengatakan Muhyiddin sudah kehilangan legitimasinya sebagai perdana menteri sekaligus kehilangan mayoritas.
Selain itu, seorang menteri dari UMNO juga telah mengundurkan diri pada Selasa kemarin, yakni Shamsul Anuar Nasarah.
Shamsul mundur dari jabatannya sebagai menteri energi dan sumber daya alam setelah mempertimbangkan keputusan partainya.
Diperlukan minimal 112 kursi anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan di Malaysia.
Koalisi berkuasa Perikatan Nasional pimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memiliki mayoritas sangat tipis 113 kursi.