02 Januari 2019•Update: 02 Januari 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Polisi Inggris pada Selasa menyatakan penikaman terhadap tiga orang di stasiun Manchester dianggap sebagai insiden yang terkait terorisme.
Insiden itu terjadi pada malam tahun baru ketika pelaku menikam seorang pria dan wanita berusia 50-an serta seorang petugas Kepolisian Transportasi Inggris di Stasiun Kereta Manchester Victoria.
Para korban mengalami luka yang cukup serius, tetapi tidak mengancam jiwa.
Seorang pria berusia 25 tahun yang diduga sebagai pelaku percobaan pembunuhan tersebut telah ditangkap.
"Saya bersama orang-orang yang terluka dalam dugaan serangan teroris di Manchester tadi malam," cuit Perdana Menteri Theresa May di Twitter.
"Saya berterima kasih kepada layanan darurat atas tanggapan mereka yang berani," katanya.
Sebelumnya, Manchester menjadi sasaran serangan teror mematikan pada 2017, ketika sebuah bom bunuh diri menewaskan 22 orang dan melukai puluhan lainnya.
Pelakunya, Salman Abedi (22), seorang pria kelahiran Inggris, meledakkan bom di area serambi Manchester Arena ketika orang-orang berjalan meninggalkan sebuah konser pop.