Umar Idris
20 Desember 2020•Update: 22 Desember 2020
Shweta Desai
PARIS
Badan keamanan Prancis menangkap empat orang asal Pakistan dan mencurigai keterlibatan mereka dalam serangan di luar kantor majalah satir Charlie Hebdo, demikain laporan surat kabar harian Le Parisien.
Tiga tersangka didakwa oleh pengadilan anti-terorisme di Paris pada Jumat karena dugaan terlibat "kelompok teroris dan kriminal", sementara terdakwa keempat dan termuda didakwa pada 14 Desember lalu.
Keempat pemuda berusia antara 17-21 tahun itu diyakini sebagai teman dan kerabat penyerang utama Zaheer Hassan Mahmoud, kata laporan itu.
Penangkapan terbaru menunjukkan serangan itu mungkin bukan tindakan "tunggal" tetapi melibatkan koordinasi dan dukungan dari individu-individu radikal yang berpikiran sama, kata surat kabar itu, mengutip pihak berwenang.
Pada 25 September, beberapa hari setelah pembukaan persidangan tentang serangan Charlie Hebdo tahun 2015 yang menewaskan 12 kartunis dan anggota staf majalah itu, Hassan menyerang dua orang dan melukai mereka secara serius dengan pisau pemotong daging di luar gedung bekas kantor majalah tersebut.
Karena risiko dan ancaman setelah serangan pertama, majalah itu pindah dari kantor lamanya ke lokasi yang dirahasiakan. Dilaporkan, Hassan mengatakan kepada penyelidik bahwa dia marah dengan majalah yang menerbitkan ulang karikatur ofensif Nabi Muhammad pada awal persidangan dan menyebabkan protes besar-besaran di negara asalnya, Pakistan.
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial sebelum serangan itu, Hassan mengatakan sambil menangis dia termotivasi oleh pidato Khadim Hussain Rizvi, pemimpin ekstremis partai Tehreek-e Labbaik, yang mengecam karikatur tersebut. Dia tiba di Prancis pada 2018 sebagai imigran kecil tanpa dokumen.
Pada 16 Desember, pengadilan Paris memvonis 14 tersangka yang dituduh membantu dan mendukung serangan 2015 terhadap Charlie Hebdo bersalah atas tuduhan terorisme.