Kaan Bozdogan, Filiz Kinik Oz
09 Februari 2024•Update: 15 Februari 2024
ANKARA
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Jumat menekankan upaya keras Turkiye untuk menarik perhatian dunia atas kebrutalan yang dilakukan Israel di Gaza selama lebih dari empat bulan terakhir.
“Kami melakukan upaya intensif untuk memastikan bahwa pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang yang dilakukan Israel tidak akan diabaikan di panggung internasional,” kata Erdogan dalam pesan videonya untuk Majelis Umum Forum Pemuda Kerjasama Islam ke-5.
Menggarisbawahi pentingnya tindakan diplomatik kolektif di antara negara-negara Islam dalam menanggapi penindasan Israel di Gaza, Erdogan menyebutkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk mendorong tanggapan dan solidaritas bersama.
Selain itu, beliau menegaskan kembali komitmen Turkiye untuk mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat yang diakui di seluruh dunia.”
“Kami akan melanjutkan perjuangan kami hingga negara Palestina yang merdeka dan secara teritorial didirikan berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya,” ujar dia.
Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 27.585 warga Palestina dan melukai 66.978 lainnya, sementara hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.
Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.
Keputusan sementara yang dikeluarkan Mahkamah Internasional pada bulan lalu mendesak Israel untuk menghentikan pelanggaran yang dilakukannya, namun sebagian besar pengamat internasional mengatakan Israel malah mengabaikan keputusan tersebut.