ISTANBUL
Dalam percakapan via telepon pada Jumat, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membahas situasi di lapangan dalam perang Rusia-Ukraina, serta perkembangan dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik.
Selama percakapan, yang dilakukan sehari setelah KTT para pemimpin NATO di Brussels, Erdogan mengatakan kepada Zelenskyy bahwa pada acara tersebut, dia telah menegaskan kembali dukungan Turki untuk integritas teritorial Ukraina, kata sebuah pernyataan oleh Direktorat Komunikasi negara itu.
Presiden Erdogan juga mengatakan kepada Zelenskyy bahwa selama pertemuan bilateralnya dengan para pemimpin lain yang hadir, dia telah "secara komprehensif bertukar pikiran tentang kebijakan aktif dan berprinsip" yang ditempuh Ankara dan "upaya diplomatik efisien yang telah dilakukannya," tambah pernyataan itu.
"Presiden Erdogan menekankan bahwa Turki telah memberikan semua bantuan semampunya selama proses ini," tutur dia.
KTT NATO
NATO merilis pernyataan bersama yang mengatakan akan mempercepat transformasinya untuk "realitas strategis yang lebih berbahaya."
"Perang Rusia melawan Ukraina telah menghancurkan perdamaian di Eropa dan menyebabkan penderitaan dan kehancuran manusia yang sangat besar," kata pernyataan NATO.
Rusia memulai perangnya pada 24 Februari. Ini telah disambut dengan kemarahan internasional, di mana Uni Eropa, AS, dan Inggris menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Setidaknya 1.081 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 1.707 terluka, menurut perkiraan PBB, sementara memperingatkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 3,7 juta orang Ukraina juga telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, dengan lebih dari 6,5 juta lebih mengungsi di dalam negeri, menurut badan pengungsi PBB.