Merve Berker
14 Agustus 2023•Update: 15 Agustus 2023
ANKARA
Penjajah Rusia "secara brutal" menyerang wilayah Kherson milik Ukraina, di mana mereka menewaskan banyak orang dan melukai lainnya, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Minggu malam.
Menyebutkan rincian beberapa korban, Zelenskyy mengatakan bahwa satu orang menderita luka bakar parah ketika desa Veletenske diserang dan rumah-rumah terbakar.
Di desa Shyroka Balka, lima orang tewas akibat serangan artileri Rusia, termasuk seorang bayi perempuan berusia 22 hari, saudaranya yang berusia 12 tahun, dan ibunya yang berusia 39 tahun, sebut dia.
Desa Stanislav juga diserang Rusia, yang mana dua tewas dan dua luka-luka, imbuh Zelenskyy.
“Total dari awal hari ini hingga pukul 18.00 sudah ada 17 laporan serangan dari wilayah Kherson saja,” ungkap presiden Ukraina.
Dia mengatakan serangan lain terjadi di Mykolaiv, Zaporizhzhia, Donbas, Kharkiv dan daerah yang berbatasan dengan Rusia.
Sementara Zelenskyy memuji upaya tentara Ukraina dalam melawan Rusia.
“Di mana-mana prajurit kami membalas teror penjajah. Tidak ada satu hari pun kejahatan Rusia tidak mendapatkan pembalasan yang sepenuhnya adil dari kami,” tutur dia.
Dia mengatakan setiap prajurit Ukraina memiliki “kesempatan untuk membawa keadilan ke Ukraina.”
“Entah Anda berjuang untuk Ukraina, atau Anda membantu berjuang dan menyelamatkan nyawa,” kata dia, sambil menyerukan kepada semua orang untuk membantu negara.
Memuji keberhasilan pasukan Ukraina melawan Rusia, Zelenskyy mengatakan, "Setiap kali kami memiliki sesuatu untuk berterima kasih kepada para pejuang kami, Ukraina menjadi lebih dekat dengan keadilan, lebih dekat dengan kemenangan. Dan pembunuh Rusia di tanah kami semakin dekat dengan kehancuran."
“Ini adalah satu-satunya cara kita dapat menciptakan kondisi bagi seluruh Ukraina untuk kembali bebas dan aman,” tekan dia.
Menyebut tentara Rusia sebagai "teroris", Zelenskyy menekankan bahwa mereka "hanya merasakan satu hal: mereka akan dihancurkan".
Dia berterima kasih kepada semua dokter dan perawat Ukraina yang bekerja di garis depan untuk menyelamatkan warga sipil dan tentara Ukraina.
“Kami tahu bahwa kebebasan itu tak ternilai harganya, dan kami tahu bagaimana mempertahankannya. Kami tahu bagaimana melindungi kehidupan,” pungkas dia.