Michael Hernandez
21 April 2026•Update: 21 April 2026
Puluhan veteran militer Amerika Serikat ditangkap saat menggelar aksi protes terhadap perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Gedung Capitol, Washington, pada Senin, mencerminkan meningkatnya penolakan domestik terhadap konflik tersebut.
Sekitar 60 veteran dan anggota keluarga mereka, termasuk sejumlah penyandang disabilitas, berkumpul di rotunda Gedung Cannon House Office dengan mengenakan seragam militer. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “End the War on Iran” dan “We Can’t Afford Another War” sambil berdiri tegap.
Para veteran juga menggelar upacara pelipatan bendera sebagai simbol penghormatan bagi personel militer Amerika Serikat yang tewas dalam perang dan yang berpotensi menjadi korban jika konflik kembali berlanjut.
Sejumlah peserta terlihat membawa bunga tulip merah untuk mengenang warga Iran yang tewas dalam perang yang dimulai pada 28 Februari oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Perang ini sudah sangat tidak populer, dan sudah menjadi krisis bagi pemerintahan Trump,” kata Direktur Eksekutif Center on Conscience and War (CCW) Mike Prysner dalam pernyataan sebelum dirinya ditangkap.
Ia menambahkan lebih dari 100 personel militer telah mulai mengajukan diri sebagai penolak wajib militer atas dasar hati nurani atau conscientious objectors (CO), yakni prajurit yang menolak terlibat dalam perang yang mereka anggap tidak bermoral.
“Namun jika lebih banyak lagi yang berdiri dan bersuara, ada peluang nyata untuk memperdalam krisis bagi Trump sehingga memaksa mereka mundur dari perang ini,” ujarnya.
Menurut CCW, sekitar lima lusin pengunjuk rasa ditangkap oleh Polisi Capitol Amerika Serikat atas aksi pembangkangan sipil tersebut.
Tyler Romero, klien CCW, menyampaikan pesan kepada personel militer yang masih aktif bertugas agar mempertimbangkan sikap mereka terhadap perang.
“Ini adalah momen sejarah paling penting dalam hidup kita, dan pilihan yang Anda ambil sangat berarti. Dari pengalaman saya, terus mendukung mesin perang hanya akan menambah penderitaan,” katanya.
Aksi protes ini diselenggarakan oleh koalisi sejumlah organisasi, antara lain About Face, Veterans For Peace, Common Defense, CCW, Fayetteville Resistance Coalition, Military Families Speak Out, dan 50501 Veterans.