Astudestra Ajengrastrı
05 November 2018•Update: 05 November 2018
Dildar Baykan dan Michael Hernandez
NEW YORK/WASHINGTON
Senin ini, Amerika Serikat akan menjatuhkan kembali sanksi-sanksi yang diangkat dalam kesepakatan nuklir 2015, yang ditandatangani oleh negara-negara terkuat dunia bersama Iran.
Gelombang sanksi baru ini -- yang kedua sejak Agustus lalu -- akan menargetkan sektor energi, pembangunan kapal, pengiriman barang, dan finansial Iran.
AS telah mengeluarkan daftar berisi 12 tuntutan yang harus dipenuhi Iran bila negara tersebut menginginkan sanksi-sanksi ini diangkat sebelum dijatuhkan kembali pada Senin.
Delapan negara akan menerima keringanan sementara yang mengizinkan mereka terus mengimpor minyak dari Iran setelah sanksi berlaku.
Uni Eropa tidak termasuk negara penerima keringanan itu, menurut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang berkata bahwa negara-negara penerima keringanan "telah membuat tindakan penting menuju nol persen impor minyak mentah."
Dua dari negara-negara tersebut telah setuju mengurangi impor ke titik nol, sementara enam lainnya "akan mengurangi impor dalam skala besar," menurut pengumuman AS pada Jumat.
"Negosiasi ini masih berlangsung," ujar Pompeo.
AS berharap bisa mengurangi ekspor minyak Iran hingga lebih dari 1 juta barel sebelum putaran sanksi ekonomi diberlakukan pada Senin ini.
Total, sebanyak 700 entitas Iran akan masuk dalam daftar sanksi pada Senin, menurut Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.
Lebih dari separuhnya, atau sekitar 400, merupakan entitas yang masuk dalam bagian Perjanjian Rencana Aksi Komprehensif Gabungan 2015, sementara sekitar 300 lainnya adalah entitas baru.
Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik Washington dari pakta nuklir tersebut pada Mei, mengabaikan keberatan dari sekutu-sekutu dekatnya di Eropa.
Seluruh pihak yang menandatangani perjanjian -- China, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Iran, Rusia, dan Inggris -- sepakat untuk tetap berada dalam perjanjian meski AS memutuskan keluar.
Pakta ini mengucurkan miliaran dolar pelepasan sanksi internasional bagi Iran; sebagai gantinya Iran harus memperbolehkan program nuklir mereka ditunda dan diperiksa.
Pada Jumat, UE, Jerman, Inggris, dan Prancis mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan mereka "sangat menyesali penjatuhan kembali sanksi-sanksi oleh Amerika Serikat".
Jumat petang, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki Fatih Donmez berkata telah menerima informasi bahwa AS akan memberikan keringanan untuk Turki terus mengimpor minyak dari Iran setelah putaran sanksi dijatuhkan, namun detail lebih lanjut belum tersedia.