Maria Elisa Hospita
11 April 2020•Update: 12 April 2020
Elena Teslova
MOSKOW
Russian President Vladimir Putin and Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman on Friday discussed OPEC+ decision to cut oil production, in a phone talk on Friday.
"The issues related to the OPEC+ talks on reducing oil production were discussed," the Kremlin said in a statement.
The two leaders agreed to continue talks on the subject, it added.
On Thursday, oil producers in the OPEC+ group agreed to curb their total oil output by 10 million barrels per day (bpd) from May 1 until June 30 -- much less than the market expectation of 15-20 million bpd.
OPEC+ is a group of 24 oil-producing nations, comprising 14 OPEC members, and 10 other non-OPEC members including Russia.
OPEC was formed in 1960 to reduce competition between member nations and to control prices.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman membahas keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi minyak.
"Keduanya berbincang lewat telepon untuk mendiskusikan tentang keputusan OPEC+ baru-baru ini," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat.
Putin dan bin Salman sepakat untuk terus membicarakan masalah ini.
Sebelumnya, pada Kamis, OPEC+ sepakat memotong output total minyak hingga 10 juta barel per hari (bpd) dari 1 Mei hingga 30 Juni.
Jumlah itu lebih rendah dari target pasar yakni 15-20 juta bpd.
OPEC+ adalah sebuah kelompok yang terdiri dari 24 negara produsen minyak, yang terdiri dari 10 anggota OPEC dan 10 anggota non-OPEC, termasuk Rusia.
OPEC dibentuk pada 1960 untuk mengurangi kompetisi antara negara-negara anggota sekaligus mengontrol harga minyak.