Ahmed al-Masri
09 Oktober 2017•Update: 10 Oktober 2017
Ahmed al-Masri
DOHA
Qatar mengutuk aksi penembakan di luar Istana Arab Saudi, Jeddah, pada Minggu, yang menewaskan dua penjaga istana.
Menurut pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Qatar, negara ini kembali menegaskan sikap menolak segala bentuk aksi kekerasan dan terorisme.
Otoritas Arab Saudi mengatakan seorang pria bersenjata melepas tembakan ke arah pos penjaga Istana Perdamaian di Jeddah pada malam Sabtu, mengakibatkan dua penjaga tewas dan tiga lainnya luka-luka. Penyerang tersebut juga tewas dalam adu tembak tersebut.
Pernyataan dari Qatar dikeluarkan di tengah Krisis Teluk yang berlangsung sejak Juni, ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain secara bersamaan memutus hubungan diplomatik dengan Doha, dan menudingnya mendukung terorisme.
Doha telah membantah tudingan tersebut dan menyebut upaya negara-negara Arab tersebut telah melanggar hukum internasional dan kedaulatan negaranya.
Blok pimpinan Saudi telah menyerahkan daftar tuntutan kepada Doha dan meminta negara ini memenuhinya agar hubungan negara-negara tersebut kembali membaik.