Maria Elisa Hospita
03 Maret 2020•Update: 03 Maret 2020
Muhammed Sabry Emam Muhammed
DOHA
Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menyatakan negaranya terbuka untuk berdialog menyelesaikan krisis Teluk.
"Kami akan tetap optimistis. Meskipun saluran dialog Qatar-Arab Saudi sudah dibuka dalam dua bulan terakhir, sayangnya ini tidak mengarah ke apa pun," kata dia kepada CNN.
"Kami memimpikan masa depan yang lebih sejahtera dan stabil di kawasan ini dan ini tidak akan terealisasi jika semua negara tidak mencapai kompromi," tambah al-Thani.
Menlu Qatar juga menegaskan negaranya tidak pernah bermaksud mengganggu atau mempermalukan negara mana pun.
Pada 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir mendadak memutuskan hubungan dengan Doha, dan menudingnya mendukung kelompok-kelompok teroris.
Qatar pun telah membantah tuduhan tersebut.
*Bassel Ibrahim turut melaporkan dari Ankara