Devina Halim
30 Juni 2021•Update: 01 Juli 2021
JAKARTA
Rezim kudeta Myanmar akan membebaskan lebih dari 2.000 tahanan di seluruh negeri pada Rabu hari ini.
Berdasarkan laporan media lokal Myanmar Now, Rabu, seorang pejabat Departemen Pemasyarakatan Yangon mengonfirmasi sejumlah orang yang dijerat Pasal 505-A Hukum Pidana termasuk dalam daftar orang-orang yang akan dibebaskan pada hari ini.
Adapun Pasal 505-A muncul dalam Hukum Pidana setelah amandemen pada 14 Februari dan telah banyak digunakan untuk menjerat jurnalis, aktivis, dan pengguna media sosial.
Pasal tersebut menargetkan siapapun yang menciptakan ketakutan kepada publik, menciptakan berita palsu, atau melakukan tindak pidana langsung maupun tidak terhadap pegawai pemerintah.
Pejabat itu mengatakan sebanyak 700 orang akan dibebaskan dari Penjara Insein.
Myanmar Now mengungkapkan terdapat 1.882 laki-laki dan 460 perempuan yang ditahan karena terlibat dalam demonstrasi anti-kudeta akan dibebaskan dari penjara hari ini.
Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.
Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.
Kelompok masyarakat sipil, Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP), mencatat pasukan militer telah menewaskan 883 orang sejak kudeta.
Hingga 29 Juni, AAPP mengungkapkan 5.224 orang masih ditahan serta surat perintah penangkapan diterbitkan untuk 1.988 orang.