Muhammad Abdullah Azzam
28 Mei 2019•Update: 29 Mei 2019
Ali Cura
MOSKOW
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pengiriman pasukan tambahan ke Timur Tengah akan meningkatkan risiko di kawasan itu.
Lavrov mengadakan konferensi pers bersama sejawatnya dari Kuba, Bruno Rodriguez usai melakukan pertemuan dengan Menlu Kuba itu.
"Seperti yang Anda tahu risiko akan meningkat ketika potensi militer bertambah setelah Presiden AS Trump mengumumkan akan mengerahkan 1.500 pasukan ke Timur Tengah dan Afrika Utara,” ujar Lavrov.
Lavrov mengatakan bahwa usulan perjanjian non-agresi regional yang ditawarkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Cevad Zarif kepada negara-negara Teluk adalah sebuah pendekatan yang benar.
"Melakukan persetujuan untuk tidak menyerang satu sama lain, mungkin ini langkah pertama dalam menurunkan ketegangan. Hemat kami melakukan perjanjian dengan cara ini langkah yang benar," tutur Menlu Rusia itu.