Hayati Nupus
22 Maret 2019•Update: 25 Maret 2019
Elena Teslova
MOSCOW
Perubahan status Dataran Tinggi Golan yang dikuasai merupakan pelanggaran resolusi PBB, ujar Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat.
Mengomentari cuitan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan "mengakui sepenuhnya Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan", juru bicara Maria Zakharova mengatakan: "Rusia tidak akan mengubah sikap."
Resolusi Dewan Keamanan PBB 497 tahun 1981 menegaskan kembali Dataran Tinggi Golan merupakan milik Suriah, kenang dia.
"Penilaian kami tentang ilegalitas keputusan Israel untuk memperluas kedaulatannya ke Dataran Tinggi Golan, yang diadopsi sebagai hukum dasar pada 1981, tetap tidak berubah. Mengubah status Dataran Tinggi Golan tanpa Dewan Keamanan adalah pelanggaran langsung terhadap keputusan PBB," kata dia.
Cuitan Trump pada Kamis muncul menyusul momentum kongres di Capitol Hill. Departemen Luar Negeri pekan lalu untuk pertama kalinya mengubah terminologi wilayah yang diperebutkan itu sebagai "dikontrol Israel" alih-alih penggunaan "pendudukan Israel".
Israel sejak lama mendorong Washington untuk mengakui klaimnya atas wilayah yang direbutnya dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967.
Israel menempati dua pertiga Dataran Tinggi Golan sebagai dampak konflik. Mereka secara resmi pindah dengan mencaplok wilayah itu pada 1981 –tindakan yang ditolak oleh Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat.
Untuk pertama kalinya AS memberikan suara menentang resolusi tahunan PBB yang mengecam kendali Israel atas Dataran Tinggi Golan pada November.
Secara keseluruhan, 151 negara memberikan dukungan, sementara hanya Israel dan AS yang menentang.