Elena Teslova
04 Maret 2022•Update: 07 Maret 2022
MOSKOW
Rusia dan Ukraina sepakat untuk membuat koridor kemanusiaan dalam evakuasi warga sipil dan untuk pengiriman makanan dan obat-obatan, kata seorang anggota delegasi negosiasi Ukraina pada Kamis waktu setempat.
“Sayangnya, sangat disayangkan, kami tidak mencapai hasil yang kami harapkan. Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah kami membahas aspek kemanusiaan yang cukup menyeluruh karena banyak warga yang terkepung. Situasinya dramatis tanpa makanan, obat-obatan, kemungkinan akan ada evakuasi," kata Mikhail Podolyak pada konferensi pers setelah putaran kedua negosiasi di wilayah Brest Belarusia.
Dia membaca apa yang dia sebut "komunike resmi yang disepakati kedua belah pihak," dan menambahkan bahwa negosiasi akan dilanjutkan dalam waktu dekat.
“Para pihak telah mencapai pemahaman tentang penyediaan bersama koridor kemanusiaan untuk evakuasi warga sipil serta untuk pengiriman obat-obatan dan makanan ke tempat-tempat dimana terjadi pertempuran yang parah dengan kemungkinan gencatan senjata sementara saat evakuasi di sektor-sektor tertentu," katanya.
Dengan tujuan ini, akan segera terbentuk saluran komunikasi dan prosedur logistik akan ditetapkan, katanya.
"Terima kasih. Saya pikir kami akan terus membahas semua aspek untuk mencapai gencatan senjata dalam waktu terdekat," tambahnya.
Negosiasi Rusia-Ukraina dimulai Senin, namun, selama putaran pertama, kedua pihak hanya bertukar tuntutan dan menguraikan posisi mereka.
Sejak Kamis lalu -- beberapa hari setelah pengakuan Rusia atas dua daerah kantong yang dikuasai separatis di timur Ukraina -- perang Rusia terhadap Ukraina telah dibalas dengan kecaman dari komunitas internasional, dengan Uni Eropa, Inggris, dan AS menerapkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap Rusia.
Rusia semakin diisolasi dengan pesawatnya dilarang terbang di wilayah udara Eropa, AS dan Kanada, dan sejumlah banknya telah dikeluarkan dari sistem perbankan internasional SWIFT.