Ekip
22 Juni 2021•Update: 23 Juni 2021
YAOUNDE, Kamerun
Beberapa tentara Prancis terluka dalam serangan terhadap pasukan Prancis dalam Operasi Barkhane di tengah Mali pada Senin, lapor media Prancis, France 24.
"Pasukan Prancis Operasi Barkhane diserang, Senin, 21 Juni pagi, oleh serangan bom mobil di distrik Kaigourou, di Gossi (Mali tengah)," kata France 24.
Menurut sumber setempat, ledakan besar itu menyebabkan beberapa orang terluka. Saksi mata mengatakan beberapa helikopter dikerahkan ke daerah itu dari Gao.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan itu terjadi lebih dari seminggu setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan berakhirnya Operasi Barkhane, operasi militer andalan Prancis di Sahel, dan pembentukan aliansi "anti-terorisme" internasional untuk memerangi kelompok-kelompok ekstremis.
Operasi Barkhane diluncurkan pada 2014 untuk melancarkan operasi militer terhadap kelompok bersenjata ekstremis dan melatih serta mendukung pasukan militer negara-negara G5.
Sekitar 5.100 personel militer Prancis dikerahkan di wilayah Sahel untuk bergabung dalam operasi tersebut.