Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 September 2018•Update: 21 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
PBB pada Kamis menyerukan implementasi penuh perjanjian Turki-Rusia yang akan mencegah kekerasan menjalar luas di provinsi Idlib, Suriah barat laut.
"Jika dilaksanakan dengan benar, ini bisa menyelamatkan 3 juta warga sipil - termasuk 1 juta anak - dari bencana," kata Sekjen PBB Antonio Guterres kepada wartawan di markas besar PBB New York.
"Saya menyerukan kepada semua pihak untuk melaksanakan perjanjian dengan komitmen yang kuat untuk melindungi warga sipil dan untuk memastikan akses kemanusiaan, mematuhi hukum humaniter internasional dan bekerja segera untuk kemajuan yang lebih besar dalam proses Jenewa, khususnya mendukung utusan khusus saya dalam pembentukan komite konstitusi," tambah Guterres.
Ankara dan Moskow pada Senin menandatangani perjanjian yang menyerukan demiliterisasi Idlib, setelah pertemuan puncak di kota Sochi, Rusia.
Kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di wilayah di mana mereka sudah ada, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.
Pasukan militer Turki dan Rusia, sementara itu, akan melakukan patroli bersama di sepanjang perbatasan zona itu.
Guterres berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin atas upaya mereka.
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antaranya melarikan diri ke kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim Assad.
Bulan lalu, rezim Assad mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar di Idlib, benteng terakhir oposisi Suriah.