Rıskı Ramadhan
21 November 2017•Update: 22 November 2017
BRUSSEL
Setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE), Badan Obat Eropa (EMA) yang bermarkas di London pindah ke Amsterdam, sedangkan Otoritas Perbankan Eropa (EBA) pindah ke Paris.
Dewan UE menyatakan, keputusan pemindahan EMA ke Amsterdam dan EBA ke Paris diambil dalam rapat Dewan Pekerjaan Umum melalui pemungutan suara antara 27 negara anggota UE.
Dalam pernyataan itu disebutkan juga bahwa Komisi UE dan Parlemen Eropa akan bergerak cepat untuk segera meresmikan keputusan tersebut.
Sebenarnya, tidak ada kesepakatan atau peraturan yang menetapkan lembaga UE harus berlokasi dalam negara anggota. Namun keputusan ini diambil karena desakan atas perbincangan bahwa undang-undang UE tidak lagi bisa diterapkan di wilayah Inggris setelah Brexit.
EMA mengatur pasar obat untuk manusia dan hewan di UE. Badan yang didirikan pada tahun 1995 ini mengawasi keamanan dan pengaruh produk serta memutuskan obat mana yang akan dirilis ke pasaran atau sebaliknya.
Meski tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan lisensi obat, EMA bisa memberikan rekomendasi untuk pembatalan lisensi obat mana pun.
EMA memiliki sekitar 900 karyawan dan setiap tahunnya menjadi tuan rumah bagi 3.500 ahli dalam berbagai rapat. Anggaran untuk EMA setiap tahunnya diperkirakan sebesar USD 360 juta.
Karena itu, 19 negara anggota termasuk Jerman, Belanda, Yunani, Spanyol, Slowakia, Belgia, Rumania, Denmark, Irlandia, Finlandia, Prancis, Italia, Portugal, Bulgaria, Swedia, Malta, Austria, Polandia dan Kroasia telah mendaftar untuk menjadi tuan rumah bagi EMA.
Sementara itu, EBA yang bertanggung jawab untuk pengawasan dan pengelolaan sektor perbankan lebih sedikit diminati dibandingkan Badan Obat Eropa. Tercatat delapan negara anggota yang mendaftar untuk menjadi tuan rumah EBA.